Sabtu, 02 Agustus 2008

Jalan-jalan ke BEIJING

* Jelang Olimpiade 2008, Bandara Beijing Diperketat (1)

Detektor Berbunyi, Pengunjung Diperiksa Di Toilet

FOTO-FOTO UNIK DARI BEIJING KLIK DISINI

Menjelang pesta olahraga dunia, oliampiade 2008 yang bakal dihelat 8 Agustus 2008 di Beijing mendatang, pemerintah Cina memperketat bandara internasional Hongkong, Shanghai dan Beijing. Setiap turis yang berkunjung ke Hongkong dan beberapa Negara bagian, harus melewati pemeriksaan yang superketat.. Berikut laporan T Junaidi, wartawan Sumatera Ekspres di Beijing.

Terminal termegah yang baru di bandara Beijing secara resmi memang sudah dibuka. Kini bandara termegah yang mengadopsi gaya arsitektur beberapa bandara internasional dunia, sudah menerima penumpang sebelum kedatangan gelombang pengunjung untuk Olimpiade 2008.Penerbangan pertama tiba dari Shanghai, Cina Timu

r, mendarat di Beijing Capital International Airport (BCA) salah seorang dari Jakarta mengatakan kepada Sumatera Ekspres bahwa kedatangan diterminal baru cukup mengagumkan. Seperti berada di dunia fantastic.

‘’Kita seperti berada dalam bola dunia raksasa. Semua dirancang sedekian menakjubkan. Ini merupakan impian Cina membangun image yang luar biasa bagi dunia. Bandara merupakan etalase sebuah Negara bisa dikatakan kaya atau miskin,’’ ujar Eko Supriatmoko General Manager Radar Cirebon sesaat setelah tiba di bandara yang didominasi marmer berkelas tinggi dan rangka besi itu.

Sementara Sulaiman, tour and travel guide, yang merupakan penduduk asli Beijing mengatakan, terminal Beijing ini merupakan yang terbesar di dunia. Luasnya sekitar 170 kali luas lapangan sepakbola. Dengan kapasitas tampung diperkirakan 50 juta penumpang setiap tahunnya dan menjadi salah satu bandara penting dunia. Saat ini Bandara Beijing merupakan yang ke-9 tersibuk, namun diperkirakan kesibukan bandara ini akan meningkat pesat dengan dibukanya terminal baru. Setiap tahun, jalur lalu lintas udara Cina diperkirakan meningkat sekitar 10%.

Menuju bandara ‘impian’ itu, para turis dimanjakan dengan suasana kota modern dari atas jembatan layang bersusun empat dengan berbagai arah

membentuk sebuah lingkaran yang indah. Dari atas jalan layang tersebut, terminal baru ini tampak seperti seekor naga yang sedang mengerami telurnya dalam sangkarnya baja. Naga merupakan perlambang penting bagi orang Cina. Sebab naga merupakan binatang tiga dunia, yaitu hidup di darat, di laut dan di udara. Bandara inipun dirancang oleh arsitek Inggris, Norman Foster dengan arsitektur modern yang tidak meninggalkan ciri khas Cina.

"Terminal ketiga dari Beijing Capital International Airport ini lebih besar dari lima terminal di Bandara Heathrow London. Semua turis mengakui, terminal baru Beijing sangat luar biasa. Ini mengadopsi berbagai terminal yang ada di dunia. Dan yang paling spesifik, kita tidak tahu. Ada yang mengatakan kerangka besinya yang terbanyak di dunia. Begitu juga kacanya. Ini merupakan bangunan terbesar di dunia dengan luas 1,3 juta m2,’’ ujar Sulaiman yang menemani rombongan tour Jawa Pos group hingga chek in di bandara yang dijaga ketat aparat kepolisian dan militer yang dilengkapi alat detector metal serta dijaga anjing pelacak untuk mengendus cairan peledak itu..

Pemerintah Cina, masih kata Sulaiman, mempekerjakan arsitek d

ari Eropa dan Australia untuk merancang desain proyek termegah itu untuk menghadirkan taste internasional menjelang pesta olahraga dunia. ‘’Sepuluh tahun yang lalu, Beijing mengagumi Jakarta. Tapi sepuluh tahun ke depan, berbalik Jakarta harus mengagumi Beijing. Ikon Cina seperti negara terbang dan Kota Terlarang. Bangunan ini dirampungkan kurang dari empat tahun," ujar Sulaiman.

Pembangunan terminal bandara ini menelan biaya 27 miliar Yuan, dua kali lipat yang dikeluarkan pemerintah untuk membangun dan memperbarui sarana olahraga guna keperluan Olimpiade. Beijing menginvestasikan untuk proyek infrastruktur termasuk jalan, kereta bawah tanah, stadion dan terminal baru menjelang Olimpiade.

Perketat Kunjungan

Setiap kunjungan tak lepas dari pengawasan yang superketat. Pengawasan yang berlebihan ini memang membuat kurang nyaman bagi para turis yang dating. Tak sedikit rombongan tamu harus berurusan petugas jaga gara-gara paspor kurang rapih (ada yang terlipat). Akibatnya beberapa orang harus ditahan sejenak sembari menunggu pemeriksaan paspor.

Pemerintah Cina tampaknya memang mengkhawatirkan adanya penyusup teroris yang bakal mengacaukan pesta olahraga bergengsi dunia itu. Cina tidak ingin kecolongan dengan ancaman bom. Sehingga setiap pengunjung yang datang sebelum melewati bandara, dihadapkan pada pengumuman dilarang membawa parfum, korek api

dan lain-lain.. Barang-barang cair ini dimungkinkan bisa untuk dijadikan bahan pembuat bom. Ini kedengarannya memang berlebihan sampai-sampai ada seorang pengunjung Indonesia harus digeledah dalam toilet gara-gara alat detector bunyin tak henti-henti. Setelah diperiksa, ternyata resleting celana dalam.

Pemeriksaan keamanan yang diberlakukan untuk menyambut Olimpiade 2008 ini mencakup pemeriksaan sampo, sabun cair, serta cairan lain yang dibawa pengunjung di lokasi pemeriksaan imigrasi. Petugas keamanan di seluruh sector, akan memberlakukan pemeriksaan itu untuk mengantisipasi bahan bom cair atau materi lain yang dapat digunakan bagi serangan teroris.

Staf keamanan yang terlatih secara khusus ditempatkan di beberapa sudut kota, untuk melakukan pemeriksaan tersebut. Pengunjung yang membawa sampo dan cairan pembersih tubuh lainnya diwajibkan untuk diperiksa oleh petugas keamanan. Dengan menggunakan indera penciuman mereka, para petugas keamanan akan memastikan cairan yang dibawa oleh pengunjung aman atau tidak. Tak sedikit pengunjung Indonesia harus merelakan barang-barang koleksinya itu dirampas petugas.

Tak hanya itu, seorang nenek Cina Singapora, yang membawa air mineral untuk membuat susu cucunya juga diperiksa. Sang nenek diperiksa dan dipaksa meminum setengah botol, setelah itu boleh dibawa. Ini dimaksudkan untuk meyakinkan kalau botol airmineral itu memang berisi air bersih yang bisa diminum, bukan racun atau bom cair.

Pemerintah Cina telah mengintensifkan pemeriksaan keamanan itu juga meliputi stasiun kereta a

pi di Beijing yang sebagian besar di antaranya menjadi lokasi penyelenggaraan Olimpiade. Namun, langkah keamanan menjelang Olimpiade yang akan dibuka pada 8 Agustus mendatang ini dinilai warga setempat sangat berlebihan.

*China Berhasil Membangun Image Dunia Pariwisata (2)

Memasuki ‘Kota Terlarang’, Ter ingat Obat Kuat China

Jalan-jalan di kota Beijing, memang sangat menyenangkan. Beijing saat ini lebihmaju dan modern setelah 10 tahun lalu tertinggal dan menjadi kota kumuh. Semua sudut kota ditata sedemikian cantik, termasuk kota-kota lama (tua) yang masih tersisa dijadikan pintu gerbang tujuan wisata. History dynasty Ming dan Qing, juga tak kalah menarik untuk direnungkan. Betapa tidak, sang Raja China terdahulu ternyata hobi poligami hingga 3000 orang. Luar biasa! Berikut laporan T Junaidi,di Beijing.

Sebelum memasuki Forbidden City atau Kota Terlarang, kami bersama rombongan Jawa Pos Grup, yaitu Harian Sumatera Ekspres, Radar Lampung, Rakyat Lampung, Jambi Ekspres, Linggau Pos, Radar Cirebon, Rakyat Merdeka dan Radar Tasik, mengunjungi beberapa kota besar di Hongkong, mulai Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, dan Beijing.

Kota Terlarang memiliki banyak nama. Di Tiongkok lokasi tersebut umum dikenal dengan nama Gu Gong atau "bekas istana". Nama yang sekarangdikenal secara umum sebagai "Kota Terlarang" merupakan terjemahan dari Zijin Cheng yang berarti "Kota Terlarang Ungu".

Sebelum memasuki kota terlarang itu, kita harus melewati lapangan super luas bernama lapangan Tiananmen, yang artinya Pintu Aman Raja, para pengunjung dibuat kagum luar biasa. Konon lapangan Tiananmen, merupakan lapangan terluas di dunia. Lapangan ini terletak di pusat kota Beijing. Dengan panjang 800 meter dari utara ke selatan serta lebar 500 meter dari barat ke timur. Lapangan ini menghabiskan area tidak kurang dari 440.000 m2.

Kami benar-benar ekstra kuras tenaga dengan berjalan kaki beberapa kilo meter di lapangan yang pernah menjadi pusat pembantaian berdarah hampir dua dekade yang lalu. Pembantaian Tiananmen adalah masalah tabu di China dan media bungkam mengenai peringatan sensitif menjelang penyelenggaraan Olimpiade itu. Kami tidak bermaksud mengorek borok lapangan Tiananmen, te

tapi kami juga merasakan betapa seriusnya pemerintah China terhadap sesuatu hal mengenai keamanan. Sejumlah polisi dan militer bertebaran di lapangan Tiananmen. Apalagi lapangan ini menjadi tempat untuk pembukaan Olimpiade 2008 ini. Tak hanya aparat berpakaian seragam lengkap, tetapi aparat berpakaian preman juga disebar di beberapa tempat termasuk kamera pengawas di pasang disetiap sudut keramaian.

Lapangan Tiananmen ini terletak di luar pintu selatan Imperial Palace atau Istana Kaisar dari Dinasti Ming dan Qing. Karena itu, pintu selatan ini pun dinamai Tiananmen Wai. Di sebelah selatan lapangan ini pula, terdapat Mausoleum Pemimpin Mao, yang didalamnya terbaring jenazah Mao Zedong – proklamator RRC – yang diawetkan dalam kotak kaca.

Berjalan ke utara, kita akan menjumpai Tugu Pahlawan Rakyat dan tiang bendera yang setiap harinya berlangsung upacara penaikan dan penurunan bendera oleh tentara kehormatan China. Menghadap ke Timur, kita menjumpai Gedung Parlemen China yang mirip istana Merdeka Jakarta.

L

antas apa sebenarnya dengan Forbidden city atau Kota Terlarang itu? Kenapa sampai dinamakan Kota Terlarang? Apa penyebabnya dan apa pula mitos-mitosnya di sana. Kalau terlarang, kenapa sekarang malah dijadikan tempat wisata?

Kota terlarang itu dulunya merupakan istana raja. Tidak setiap orang boleh memasuki kawasan tersebut, karena bisa membahayakan keselamatan raja. Makanya disebut istana terlarang atau kota terlarang, seperti halnya kalau kita masuk istana Negara. Tentu saja kita tidak bisa langsung masuk, melainkan harus melewati beberapa pintu keamanan.

Berada di Forbidden City di tengah-tengah bangunan raksasa yang tingginya mencapai 20 meter dan ketebalan bangunan mencapai 17 meter itu, seolah-olah kembali ke zaman silam kegemilangan emperor maharaja China yang dianggap dewa di kalangan rakyat. Tempat ini dijadikan pusat pemerintahan dan pusat tata kota Beijing tempo dulu. Berkeliling ke seluruh area Forbidden City ini sebenarnya tak cukup satu hari. Luas areal pemerintahan raja yang dikelilingi tembok raksasa itu mencapai 72 hektar. Di atas istana raja yang bila dilihat dari bawah seperti diatas awan itu, jumlah kamarnya mencapai 9999.

Masing-masing kamar tergabung dalam beberapa bangunan megah dengan arsitektur asli China yang sungguh menakjubkan. Setiap bagian atap bangunan diukir dengan lukisan naga yang melambangkan kekuasaan, kekuatan dan kemakmuran dari dewa bumi, laut dan langit. Di depan pintu gerbang raja dibangun dua patung singa. Satu patung singa disebelah kiri pintu gerbang mencengkeram bola yang melambangkan raja China menguasai dunia dan patung singa di sebelah kiri mencengkeram anaknya, yang berarti raja boleh punya anak banyak.

Inilah Forbidden City yang mampu membuat imajinasi setiap pengunjung terbang tinggi ke masa lampau. Kita seolah-olah menjadi raja yang mengelilingi setiap pintu gerbang dan tempat-tempat pemujaan. Kalau dalam film-film China kuno, kita seperti berhasil menjadi bagian dari raja maupun prajuritnya. Apalagi diperkuat dengan bukti sejarah yang masih asli dan aura raja di singgasana membuat kita lama termenung.

Kawasan kerajaan ini dilengkapi parit yang lebarnya 25 meter dan tembok pertahanan luar setinggi sekitar 10 meter terbagi dalam dua bagian. Di bagian depan yang ada di bagian selatan, berisi enam bangunan utama tempat para kaisar menjalankan kegiatan mengurus kerajaan. Sementara di belakangnya atau bagian utara merupakan tempat tinggal kaisar dan keluarganya.

Di Forbidden City terdapat beberapa pintu masuk. Pintu utara biasa dijadikan para raja mencari selir-selir baru untuk dijadikannya sebagai pemuas nafsu menggantikan selir yang sudah tua. Pada zamannya atau dinasti Ming dan Qing, masing-masing raja mempunyai 3.000 selir. Wow, luar biasa! Untuk mencari para selir, biasanya raja bisa melihat deretan wanita Tiongkok dari pintu utara. Para selir ini kemudian ditempatkan di kamar-kamar khusus di lingkungan istana. Raja sendiri bila ingin menemui para selirnya berkunjung ke bangunan khusus urusan selir yang dijaga prajurit yang sudah dikebiri. Para prajurit khusus istri raja ini benar-benar bernasib apes, dikebiri dengan maksud agar tidak coba-coba menyelingkuhi istri raja. Bila ternyata penjaga ini ketahuan berselingkuh, hukumannya adalah dipenggal.

Ribuan selir yang ditempatkan dalam masing-masing kamar raja ini membuat kita kembali berfantasi, bagaimana raja membagi waktunya untuk urusan pemerintahan, urusan perang, dan urusan hobi ngesek? Lalu bagaimana raja mampu menjaga staminanya untuk bisa bercinta dengan para selir? Raja mempunyai ramuan khusus yang dibuat para ahli pengobatannya. Makanya raja tak pernah lemah dalam urusan diatas ranjang. China dari dulu hingga sekarang masih terkenal didunia soal pengobatan tradisional. Semua obat-obatan yang dipakai China sejak dulu didominasi obat yang berasal dari tumbuhan dan percaya dengan mitos-mitos yang dibangun para pendahulunya.

Kami bersama rombongan hanya geleng-geleng menyimak sepak terjang raja dari dynasty Ming dan Qing itu. Beberapa teman dari Jakarta bahkan sempat mau memburu obat-obat khas China yang mampu membuat hidup perkasa itu. Dan kita memang sempat mengunjungi pabrik obat tradisional khas raja, termasuk menykasikan atraksi orang China memegang bara api yang dipanaskan 600 derajat celcius diatas kompor gas. Bara api tersebut dipegangnya, ternyata tidajk apa-apa setelah diolesi ramuan obat trasional. Tapi kita masih ragu-ragu juga untuk mengikuti petunjuk sang suhu.

Kembali ke soal selir raja, para selir saat menemui raja juga harus telanjang bulat, demi keselamatan sang raja. Bila para selir mengenakan pakaian dikhawatirkan bisa menyelipkan senjata, dan akhirnya membunuh raja. Biasanya raja hanya menggunakan para selir beberapa kali saja. Bahkan saking banyaknya, ada yang tak sempat berhubungan seks dengan raja, sehingga akhirnya tua dan masih perawan.. (*)

-----------------------------

* China Berhasil Membangun Image Kota Belanja (3/habis)

Memasuki Beijing Road, Harus Punya Seni Tawar Menawar

Di China, ada anggapan orang Indonesia itu kaya raya. Selama ini turis yang sering masuk ke China kebanyakan dari Indonesia. Dan orang Indonesia itu hobi berbelanja dan terkenal paling unik serta memiliki seni tawar menawar yang luar biasa. Barang seharga 1000 Yuan, akhirnya bisa lepas dengan 100 Yuan saja. Berikut laporan T Junaidi, wartawan Sumatera Ekspres di Beijing.

Mulai dari Shenzhen inilah, kami mulai menghirup udara kebebasan di negara orang. Jadwal perjalanan pertama kami adalah mengunjungi Splendid China atau Windows of the world (pintu dunia), kalau di Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bedanya kalau Windows of the world adalah taman mini untuk keajaiban dunia dari beberapa negara di dunia, ada Candi Borobudur, Tembok China, Air Terjun Niagara, Menara Pissa dan lain-lain. Kalau di TMII, hanya ciri khas beberapa daerah di Indonesia saja.

Usai mengelilingi dunia kecil lewat windows of the world itu, kami mampir sejenak di Xinyue Muslim Restaurant Shenzhen untuk makan siang. Di restauran ini kita bisa menikmati bebek panggang, udang goreng, ikan goreng, serta cah kangkung khas China. Tak kalah serunya dengan menu yang biasa kita makan di Indonesia, yaitu sate kambing yang tusuknya dari plat yang mirip pedang saolin. Bagaimana rasanya sate kambing China? Lumayan ‘mak nyus’, langsung disantap tanpa sambal. Satu porsi yang isinya sepuluh tusuk itu langsung habis.

Pada pukul 13.00 waktu setempat, kami melanjutkan perjalanan menuju Guang Zhou dengan bus sambil mengunjungi Lotus Hill dan Treasure Ink Garden dan Beijing Road. Teman-teman kami yang hobinya shopping, benar-benar merasa tak sabar. Begitu bus berhenti di depan hotel Caton Guang Zhou, teman-teman langsung berhamburan menuju tempat-tempat shoping paling terkenal di sana. Barang-barang di kota Shenzhen dan Guang Zhou, terkenal murah-murah, mulai barang-barang pakaian, elektronik, maupun souvenir dijual mulai 10 Yuan hingga 400 Yuan.

Di tempat ini harus memiliki seni tawar-menawar yang cantik. Bila mereka mampu menawar, harga bisa murah, tetapi kalau tidak pandai menawar, bisanya juga mahal. Sama seperti di Indonesia di Glodok, atau di Palembang pasar 16 Ilir.

Teman Indonesia punya rahasia menawar yang cantik. Rahasianya? Ajak ngobrol penjual dengan bahasa mandarin meski belepotan, atau bahasa campuran melayu dan Inggris. Orang China akan mengerutkan dahi, berpikir apa yang baru saja dikatakan pembeli? Lalu beri sanjungan kepada mereka bahwa China is the best. Beautifull dan lain-lain. Mereka akan merasa senang dan tersenyum-senyum meski harus merelakan 400 Yuan menjadi 35 Yuan saja. Nah, kena kan mereka?

Itu pengalaman kami bersama 14 rombongan Jawa Pos Group ketika di Shenzhen. Selain memeiliki seni berkomunikasi, juga ada cara lain berbelanja bisa menjadi murah, yaitu jangan belanja sendirian. Ajak empat orang atau sepuluh orang. Penjual akan merelakan barang belanjaannya dari 300 Yuan menjadi 40 atau 50 Yuan saja. Itulah orang Indonesia yang dibilang unik dan kaya raya di negeri sang bintang Jackie Chen itu.

Hari pertama shopping di Shenzhen, teman-teman masih kurang puas, padahal shopping pertama sudah dihabis-habiskan. Shopping kemudian dilanjutkan ke kawasan Caton, Guang Zhou atau Beijing Road yang dipadati ribuan pengunjung dari berbagai Negara termasuk penduduk setempat. Teman-teman ada yang kebingungan memilih barang, karena semua bagus-bagus. Menurut Aming, Tour and Travel Guide, barang-barang yang dijajakan di Nanjing Road adalah aspal (asli tapi palsu), ada jam tangan Rolex, Versace, Armani dan lain-lain. Di sini juga dibutuhkan keahlian dalam soal tawar-menawar barang, termasuk menyusuri pertokoan rahasia alias illegal.

Toko yang menjual barang-barang aspal kelas I itu biasanya tertutup untuk menghindari aparat kepolisian. Barang-barang yang dijual berkelas, pajaknya tentu saja tinggi. Mereka dari pada membawar pajak, lebih baik menjual barang dengan harga murah kepada pembeli. Begitu kata Aming yang mengantar kami ke pertokoan barang-barang berkelas yang tanpa membayar pajak itu.

Seni tawar menawar tidak hanya di beberapa tempat umum, ada beberapa tempat yang memiliki kode huru y, yang artinya harga jadi, tidak boleh ditawar, akhirnya pun bisa juga ditawar. Misalnya ketika kita berada di pabrik mutiara atau batu giok. Di tempat ini semua barang sudah ada label harganya. Tapi karena seni menawar itu sudah menjadi kebiasaan, akhirnya barang-barang tersebut mirip seperti dijual di tempat-tempat bebas. Batu giok yang harganya 500 Yuan bisa lepas dengan 80 Yuan. Begitu juga dengan gelang dan kalung mutiara, penjualnya sempat mengusap jidatnya menandakan pusing menghadapi pembeli yang begitu cerewet. Kendati demikian, pemilik toko pun terpaksa merelakan barang-barangnya diborong dengan harga murah.

Sementara di tempat perbelanjaan Ya Show Beijing, sepintas kita terperangah dengan barang yang ditawarkan. Barang-barangnya memang cukup berkelas dengan harga tinggi. Bagi mereka yang tidak terbiasa berbelanja, hanya bengong melihat label harga yang ditawarkan, lalu berbicara ragu-ragu. Nah yang seperti ini biasanya dikerjai penjual dan akhirnya termakan dengan harga tinggi. (*)

Tidak ada komentar:

Harian Sumatera Ekspres Juara I Perwajahan

Harian Sumatera Ekspres Juara I Perwajahan
Begitu memperoleh tropi berwarna kuning emas dan bertuliskan Juara I Perwajahan se Jawa Pos Grup, awak redaksi langsung berebut foto bersama. Suasana bangga mirip Sriwijaya FC memperoleh piala Liga Indonesia. ''Ayo kita arak ramai-ramai...'' seru Mbak Pipit, redaktur senior halaman daerah, yang kini dapat jabatan baru sebagai Sekretaris redaksi, ketika menyodorkan piala yang mirip dengan piala Liga itu

Wartawati Sumatera Ekspres pun tak mau kalah, mereka mau pose tersendiri di ruang perpustakaan. Ini adalah sejarah, ''25 tahun ke depan, bisa jadi dokumen berharga,'' ujar Mbak Wiwik, redaktur senior halaman ekonomi